Thursday, 25 February 2010

TEKAT MEMBAWA PETAKA

OLEH:NUR ROHMAD
Sore menampakan mega merahnya inilah saatnya aku harus pergi dari rumah. Akupun beranjak dari teras rumah secara perlahan-lahan karena sore ini ada janji kalau hari akan pergi kesungai bersama temanku. Aku keluar dari rumah ku tengok kanan kiri dan kulihat dari jauh temanku belum terlihat dari tempat yang aku tunggu kuputuskan beranjak dari tempat itu dan menuju ketempat tongkrongan lain dan kali ini aku menuju ke tempat lapangan sepakbola dan terlihat semua teman-tamanku ada disitu dan sedang bermain sepakbola.akupun mengabaikan tanganku kepada mereka.aku sering manggil temanku dengan sebutan dut karena badannya yang gendut,wajahnya yang bulat,dan cara jalannya yang sedikit membungkuk.

“woeee,Dut jadi nggak kita pergi ke sungai”teriak aku dari luar lapangan

“hoi mad jadi sekarang nih kita pergi ke sungai “

“nggak minggu depan”jawab aku kesal sambil bercanda
Dutpun bergegas keluar dari lapangan sepakbola bersama teman-teman yang lain
“Emang ini jam berapa mad”

“Inikan sudah jam 4 sore”

“kalau gitu ayo cepat pergi ke sungai biar nanti dapat ikan banyak”
Akupun pergi dari tempat lapangan sepakbola dan menuju kesungai dan terlihatlah teman-teman yang lain dari arah berlawanan dan aku menuggu di tempat pohon beringi yan penuh angin berhembus

“Guys.tunggu aku”suruh mereka dari jauh sambil memegang kail ikan

“ayo cepat aku tinggal nih ini sudah sore”jawab aku
merekapun tiba didepanku dan terlihat sosok yang asing saat mereka berada tepat di depanku dengan rambut keriting.wajah pas-pasan dan tanpa ekspresi alias pucat.

Akupun kaget ternyata itu adalah adikku sendiri akupun tidak ingin dia kenapa-napa dan aku suruh dia pulang kerumah dan duduk manis saja di rumah.

“Dik cepat pulang sana nanti kalau kamu ikut kakak bisa tenggelam lho,nanti dicari ibu ?

“tapi kak aku kan juga mau ikut mencari ikan”ngeyel

“Ah kamu itu masih kecil nggak boleh sama orang dewasa”sambil membentak
Aku dan teman_temanku pergi dari tempat tongkrongan sambil membawa kail ikan untuk memancing karena temanku sudah kelihatan semua.Tanpa sadar sambil bicara kami telah sampai di sungai Mekong dan terlihat sungai diseberang airnya meluap hingga ke persawahan warga tapi akupun tidak menghiraukan hal itu.dan terus saja melanjutkan memancing dan memilih tempat yang nyaman dari sungai dan duduk dibawah pohon pisang.Aku mulai memasukkan kail ikan ke sungai dengan perlahan tapi pasti meskipun hari ini hari yang tidak bersahabat dengan kita.Hari semakin menunjukkan kegelapannya hujanpun turun dari langit dengan sangat derasnya tanpa perdulikan diri.cuk,cuk,cuk suara rintihan hujan membasahi seluru tubuhku dan kailku pun bergerak kedepan belakang.
“wah kailku bergerak pasti ada yang nyangkut nih”

“ah paling ikan sepat”tak percaya

“Enakaja lho pasti ni ikan kocolan”ngeyel

“coba angkat aku akan melihat apa sih yang kamu dapat biasanyua kan kamu nggak pernah dapat ikan”

“Ah kamu ngece ya hari ini pasti aku beruntung dapat ikan banyak”

“lihat nih” mengangkat kail ikan

“ha…ha..ha.. lihat thu apa yang kamu dapat,kalo aku lihat nih aku dapat ikan banyak “mengejek
akupun sambil menunggu kailku di seberang jalan aku ingin berenang di sungai sebelah yang sungainya sangat deras sekali dan aku memberanikan mandi di sungai kan kelihatan seru.aku sudah melihat petani di rawa berbondong-bondong merapikan bawaan mereka dan satu persatu mulai meninggalkan sawah hingga sepi tiada orang yang terlihat pada sore ini kecuali kami
“hei kamu berani nggak masuk ke sungai ini”Tanya den

“ya berani lah,ayo buka baju kita.jawab aku

“apa kamu mau telanjang ya “bercanda

“ya nggaklah kita sebagai orang muslim harus menutup aurat kita “menasehati

“wah sudah tobat tho”ngejek


"berani nggak lho kalau kita balapan berenang"menantang

"ya berani lah"jawab dut

"tapi kita balapan sampai mana"tanya aku

"sampai dibawah jembatan itu aja"selonong den
akupun mulai nyemplung di sungai ditengah derasnya air sungai bersama teman-temanku akupun merasa sangat asyik tapi saat aku pas ditengah sungai kakiku seperti tersangkut sepotong kain aku pun sangat panic karena nggak biasanya akupun mulai kalang kabut
“tolong-tolong kakiku ada yang narik nich”aku sambil tidak kuat”teriak aku
akupun di tinggalkan mereka begitu saja dan mereka tidak mendengar jeritan kesakitanku aku terus berteriak sambil mencoba sekali-kali menampakkan ke permukaan dan saat itulah mereka menyadari kalau aku hilang dari belakang mereka

"ngomong ngomong mad tadi sampai mana tadi"tanya dut

"wah iya jangan-jangan dia dimakan buaya"jawab den

"wah ngaco kamu emang ada sungai ada buayanya"jawab dut

"ayo kita kembali lagi"khawatir
akhirnya merekapun menemukanku lagi aku merasa sangat senang mereka muncul lagi akupun berteriak kembali "tolong"triak aku

"sabar aku akan datang"teriak dia

merekapun menemukanku.aku terus digotong oleh mereka dalam keadaan lemas.saat sampai diatas aku mulai merasakan pusing kepala,tubuh tak bisa digerakkan seperti aku sedang tidak ada didunia akupun pinsang di tempat.aku di bawa pulang di rumah aku nggak tahu aku pinsan sampai jam berapa akupun bangun dari pinsanku seakan aku tiadak ingat apa yang barusan terjadi.aku diceritakan teman-temanku secara panjang lebar akhirnya akupun lama-kelamaan ingat apa yang aku alami dan sejak itulah aku mungkin trauma akan kejadian itu.dan pada hari ini juga aku dibawa kerumah sakit dan aku merasa alhamdulillah sakitku tak begitu parah.dan selang sore hari sakitku mulai reda."semoga kejadian hari ini ada hikmahnya"batin aku dalam hati

5 comments:

  1. sudah baek mas nur aditya rohmad! tuapi, konfliknya kurang menegangkan.

    ReplyDelete
  2. ya,cerpennya sangat bagus tapi kurang menarik konfliknya

    ReplyDelete
  3. cerpennya sudah bagus tapi perlu dipertegang konfliknya.

    ReplyDelete

Wellcome